dB Audioware Mastering Suite


Written on October 4, 2009 – 1:59 pm | by gilangmahardhika

Ini termasuk Plug In yang populer, bisa dipakai untuk mixing dan matering. Sesuai dengan kebutuhan anda, karena terdapat beberapa plug in di dalamnya.

  1. dB-D Dynamic Processor
  2. dB-L Mastering Limiter
  3. dB-M Multiband Limiter
  4. dB-S De-Esser
  5. dB-T Tempo Delay (Free)
dB-D Dynamic Processor

dB-D Dynamic Processor

dB-L Mastering Limiter

dB-L Mastering Limiter

dB-M Multiband Limiter

dB-M Multiband Limiter

dB-S De-Esser

dB-S De-Esser

MIDI? Apakah itu?


Written on October 4, 2009 – 1:41 pm | by gilangmahardhika

MIDI (Musical Instrument Digital Interface) merupakan standar protokol untuk menghubungkan, merekam,  memutar ulang musik, dan pemrosesan efek khusus antara sebuah komputer dengan instrumen musik elektronik.

Format MIDI bersifat sangat kompak dengan ukurannya yang kecil, suara yang di hasilkan oleh MIDI dengan dukungan sound card yang memiliki synthesizer (penghasil suara elektrik) sangatlah mirip dengan organ elektrik yang bisa memainkan berbagai alat musik.

Format suara instrumen ini di perkenalkan pada tahun 1983 oleh perusahaan musik elektrik seperti Roland, Yamaha dan Korg.

MIDI tidak merekam suara secara analog seperti tape recorder atau merekam dari instrumen analog yang dikonfersi ke format digital. MIDI meng-encode fungsi keyboard, seperti not, pitch, panjang ketukan, volume, dan atribut musik lainnya seperti vibrato dan velocity.

Sumber : http://www.pcmag.com/encyclopedia_term/0,2542,t%3DMIDI&i%3D47014,00.asp
http://www.total.or.id/info.php?kk=Musical%20Instrument%20Digital%20Interface

Panduan memilih Digital Audio Workstation


Written on October 3, 2009 – 2:16 pm | by gilangmahardhika

Pada saat pertama kali anda merencanakan untuk merekam lagu anda, anda berpikir, “manakan program recording yang paling bagus untuk merekam lagu saya?”. Semakin lama anda berpikir, semakin lama anda kehilangan waktu untuk berkarya, segera jatuhkan pilihan atau anda hanya akan kehilangan waktu anda yang berharga untuk menambah karya-karya yang sudah ada di kepala anda.

Pada dasarnya Digital Audio Workstation (DAW) atau program yang digunakan untuk merekan audio adalah sama. Sama dalam segi fungsionalitas, yang membedakan hanyalah tampilan user interface, cara penggunaan dan fitur-fitur pendukung yang ditawarkan oleh DAW tersebut.

Berikut ini adalah beberapa DAW yang paling sering digunakan :

  1. Cool Edit Pro
  2. Adobe Audition (pada dasarnya sama dengan Cool Edit Pro)
  3. Cakewalk Sonar
  4. Steinberg Nuendo
  5. Steinberg Cubase
  6. Pro Tools
  7. Pre Sonus Studio One
  8. Garage Band, dll

Kenali karakter tiap-tiap DAW yang akan anda gunakan. Coba terus-menerus sampai anda merasa nyaman, karena untuk kualitas hasil berdasar pada kemampuan anda untuk meramu suara hasil rekaman anda. Happy recording

P.S. : Masih ada review tentang beberapa DAW yang populer di Indonesia. Cekidot.

Recording audio? Tidak sesulit yang dibayangkan


Written on October 3, 2009 – 1:47 pm | by gilangmahardhika

Bagi anda para penggemar musik, atau anda yang memang berkecimpung di dunia musik, khususnya produksi musik tentunya tidak merasa asing dengan recording. Proses recording atau rekaman adalah proses awal untuk menghasilkan suatu karya musik, jingle iklan, iklan layanan masyarakat, dan produk audio lainnya.

Sedikit ulasan yang dibahas disini lebih dikhususkan untuk produksi musik, baik untuk band, penyanyi solo maupun big band atau orkestra. Tetapi, pada dasarnya proses rekaman audio untuk jenis band, penyanyi solo, dll. sebenarnya tidak jauh berbeda.

Proses recording sebenarnya ada beberapa metode, diantaranya menggunakan metode analog atau digital, metode analog menggunakan pita sebagai media penyimpanannnya, sedangka metode digital menggunakan perangkat digital seperti harddisk, cd, dvd, maupun perangkat penyimpanan digital lainnya.

Seiring dengan perkembangan jaman, metode analog semakin ditinggalkan, dikarenakan sifatnya yang sangat tidak praktis dan rumit. Beberapa dekade ini, metode digital semakin digandrungi karena kemudahannya. seperangkat komputer rumahan saja dapat digunakan untuk proses perekaman sederhana, bahkan sampai dengan proses mastering.

Berbekal sedikit pemahaman tentang proses perekaman, penggunaan perangkat lunak recording (Digital Audio Workstation) dan kemampuan untuk bermain musik tentunya, seseorang dapat merekam lagunya dengan kualitas hasil yang cukup baik.

Semoga sedikit ilmu ini dapat bermanfaat, dan selamat menyimak artikel-artikel berikutnya.. :-)